Selayang Pandang

  • Dibaca: 3326 Pengunjung

1. KEADAAN GEOGRAFI

Kecamatan Banjarangkan merupakan kecamatan yang terletak di ujung Barat Kabupaten Klungkung, dengan batas-batas sebagai berikut :

  • Sebelah Utara Kabupaten Bangli
  • Sebelah Timur Kecamatan Klungkung
  • Sebelah Barat Kabupaten Gianyar
  • Sebelah Selatan Selat Badung

serta mempunyai luas wilayah 45,73 Km2.

Menurut penggunaannya luas wilayah Kecamatan Banjarangkan terdiri dari 2.000,47 Ha (43,74%) lahan sawah, 1,290 Ha(28,21%) lahan tegalan, 638 Ha (13,95%) lahan perkebunan, 402.99 Ha (8,81%) lahan pekarangan, 13,92(0,30%) kuburan dan lainnya 228,06 (4,99%).

 

2. PEMERINTAHAN DAN SARANANYA.

Secara administrasi Kecamatan Banjarangkan terdiri dari 13 desa, 55 dusun, dan 29 desa adat. Dalam usaha untuk memajukan perekonomian di wilayah ini telah didukung dengan beberapa sarana seperti : 10 buah pasar umum, 7 koperasi yang sudah berbadan hukum, 3 buah KUD dan 3 buah bank serta dilengkapi 26 buah LPD yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memajukan perekonomian desa. Adanya program pembangunan desa diharapkan dapat meningkatkan desa tersebut menjadi lebih maju dan sejahtera, hal ini akan dapat dilihat dari data keadaan desa yang bersangkutan .

 

3. PENDUDUK

Menurut hasil proyeksi Podes penduduk akhir tahun 2014 wilayah ini ditempati oleh 38.390 jiwa, dengan penyebaran yang tidak merata. Jika ditinjau dari kepadatan penduduknya, Kecamatan Banjarangkan mempunyai kepadatan penduduk 839 per km2. Diperhatikan dari jenis kelaminnya, secara keseluruhan penduduk wanita di daerah ini sudah seimbang dari penduduk laki-lakinya yaitu dengan sex ratio 99,43% dengan kata lain setiap 100 penduduk wanita ada sekitar 99,43 penduduk laki-laki.

 

4. PENDIDIKAN DAN SOSIAL BUDAYA

Sarana pendidikan yang ada di Kecamatan Banjarangkan terdiri dari: 22 buah TK, 32 buah SD, 4 buah SMP Negeri dan 1 buah SMP swasta, serta 1 buah SMU Negeri dan dua buah SMK Swasta. Mengenai jumlah guru dan murid di masing-masing sekolah.

Dalam usaha untuk meningkatkan kwalitas dan prestasi sekolah harus diimbangi dengan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai sehingga apa yang menjadi tujuan pendidikan bisa tercapai sesuai dengan harapan .

 

5. KESEHATAN DAN KELUARGA BERENCANA.

Sarana kesehatan yang ada 16 buah terdiri dari puskesmas induk 2 buah dan puskesmas pembantu 14 buah , seperti terlihat pada tabel 5.1. Disamping tersedianya sarana -sarana tersebut, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat juga harus ditunjang dengan adanya tenaga kesehatan yang cukup. Bila dilihat dari penggunaan alat kontrasepsi, masyarakat di Kecamatan Banjarangkan lebih banyak menggunakan IUD disamping alat kontrasepsi yang lain.

 

6. PERADILAN.

Banyaknya pelanggaran/tindak kejahatan yang terjadi di wilayah ini mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pada tahun 2013 terdapat 32 kasus, sedangkan pada tahun 2014 terdapat 15 kasus yang

dilaporkan kepolsek setempat

 

7. AGAMA.

Sesuai dengan falsafah negara, pelayanan kehidupan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa senantiasa dikembangkan dan ditingkatkan untuk membina kehidupan masyarakat dan sekaligus mengatasi berbagai masalah sosial budaya yang mungkin dapat menghambat kemajuan bangsa. Bila dilihat dari jumlah pemeluk agama,di wilayah ini mayoritas beragama Hindu.

 

8. PERTANIAN.

8.1 Pertanian Tanaman Pangan

Pengumpulan data luas panen dari masing-masing jenis tanaman dilaksanakan setiap sub ruond, dalam satu tahun terdiri dari tiga sub round, yaitu: sub round I (Januari – April ), sub round II (Mei – Agustus), sub round III (September – Desember).

Produksi tanaman padi sawah dalam tahun 2014 mencapai 13.562 ton, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami penurunan 13,20 %, penurunan ini disebabkan oleh turunnya luas panen dari 3.041 tahun lalu menjadi 2.243.

Tanaman jagung dalam tahun 2014 produksinya mencapai 22 ton, dengan luas panen 3 hektar, dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami peningkatan 266,67 %, hal ini disebabkan karena di tahun 2014 adanya pergeseran pola tanam .

Tanaman ubi jalar pada tahun 2014 produksinya mencapai 2.558 ton. Produksi tanaman ini mengalami penurunan 42,90 % dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 2.975 ton, peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya luas panen dari 140 hektar menjadi 150 hektar serta iklim yang tidak menunjang.

Pada tahun 2014 produksi kacang tanah mencapi 433 ton dengan luas panen 538 hektar. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami penurunan 24,43 % hal ini disebabkan turunnya produktivitas juga petani jarang menggunakan pupuk.

Produksi tanaman kedelai pada tahun 2014 mencapai 136 ton, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami penurunan 73,02 %, hal ini disebabkan naiknya luas panen dari 394 hektar menjadi 84 hektar .

Pada tahun 2013 produksi ubi kayu mencapai kosong disebabkan karena tidak ada luas panen .

Tanaman sayuran dan buah-buahan yang berkembang di wilayah ini cukup beraneka ragam. Mengenai

 

8.2 Perkebunan.

Pada tahun 2013 tanaman perkebunan yang banyak diusahakan oleh petani di wilayah Kecamatan Banjarangkan antara lain: kelapa, cengkeh, kopi, dan coklat.

Luas areal perkebunan kelapa pada tahun 2013 seluas 797,75 hektar dengan jumlah produksi mencapai 6.754,8 kwintal. Produksi ini mengalami penurunan sebesar

0,20 %. Produksi perkebunan cengkeh pada tahun 2013 mencapai 698,90 kwintal, dengan luas areal 235,00 hektar. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami

penurunan produksi.

Pada tahun 2013 luas areal perkebunan kopi 39,00 hektar dengan jumlah produksi mencapai 108,00 kwintal, bila dibandingkan dengan tahun 2012 mengalami peningkatan produksi. Sedangkan untuk tanaman coklat produksi pada tahun 2013 mencapai 26,00 kwintal dengan luas areal 6,88 hektar, dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami peningkatan produksi.

 

8.3 Peternakan.

Populasi ternak yang ada di daerah ini dalam tahun 2013 dapat dibedakan menjadi: ternak besar, ternak kecil dan unggas. Populasi ternak besar terdiri dari Sapi sebanyak 7.762 ekor menyebar di seluruh desa dan kerbau 13 ekor hanya terdapat di Desa Negari dan Takmung Populasi ternak kecil terdiri dari: Kambing sebanyak 127 ekor dan babi sebanyak 5.720 ekor, sedangkanUnggas terdiri dari :  Ayam ras, ayam buras dan Itik. Masing masing tercatat 410.500 ekor, 8.880 ekor dan 67.645 ekor.

 

8.4 Perikanan.

Produksi perikanan laut pada tahun 2013 tercatat 1.50 ton, dibandingkan dengan tahun sebelumnya secara umum produksi perikanan laut mengalami penurunan.  

9. INDUSTRI, PENGGALIAN DAN JASA-JASA.

9.1. Industri.

Sektor industri yang berkembang di daerah ini dapat dibedakan menjadi : industri sedang, industri kecil dan kerajinan rumah tangga. Golongan industri yang dominan adalah kerajinan rumah tangga. Untuk tahun 2014 industri sedang, industri kecil tercatat 3 perusahaan, dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 81 orang.

 

9.2 Penggalian.

Sektor penggalian di wilayah ini tidak begitu banyak yang ada hanya penggalian tanah liat dengan jumlah produksi mencapai 210 M3, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami penurunan produksi tanah liat

 

9.3 Jasa-jasa.

Usaha jasa yang berkembang di wilayah ini cukup beraneka ragam seperti: usaha jasa sol sepatu, pijat/urut, reparasi elektronik, tukang listrik, tukang strum accu, tukang sablon, tukang jahit, poto studio, tukang cukur, salon kecantikan, bengkel dan tukang las/patri. Mengenai jumlah usaha jasa yang ada di masing-masing desa.  

 

10. PERHUBUNGAN DAN KOMUNIKASI.

Sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, jumlah kendaraan di daerah ini juga meningkat.  Pada era globalisasi seperti saat ini, peranan informasi menjadi sangat penting. Untuk bisa menyampaikan informasi dibutuhkan sarana komunikasi.

 

11. KEUANGAN.

Ditinjau dari realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB DES) tahun 2012, Pengeluaran Pemerintah Kabupaten Klungkung khususnya Kecamatan Banjarangkan secara keseluruhan meningkat.

  • Dibaca: 3326 Pengunjung